Previous Next

ULANG TAHUN, DYK PEKALONGAN SALURKAN BANTUAN

ULANG TAHUN, DYK PEKALONGAN SALURKAN BANTUAN

 

*) Bagi BDBS dan Kunjungi Panti Asuhan

KAJEN – Dharmayukti Karini tanggal 25 September 2019 yang lalu genap berusia 17 tahun. Sebagai acara puncak di tingkat Cabang Pekalongan, digelarlah syukuran dan penyaluran bantuan yang dilaksanakan di Kantor Pengadilan Agama Kajen, Jumat (4/20/2019).

Ny. Hj. Sri Alfiyah Suwoto menyerahkan BDBS kepada salah satu siswa

Acara dihadiri oleh seluruh pengurus dan anggota Dharmayukti Karini Cabang Pekalongan. Juga dihadiri oleh Ketua Pengadilan Agama Kajen Bapak Drs. H. Suwoto, S.H., M.H, Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan Bapak Sutaji, S.H., M.H. dan  Ketua Pengadilan Agama Pekalongan Bapak Drs. H. Wahid Abidin, M.H.

Ketua Pengadilan Agama Kajen Bapak Drs. H. Suwoto, S.H., M.H. didampingi istri menyampaikan selamat kepada Dharmayukti Karini yang merayakan ulang tahunnya yang ke 17. “Selamat ulang tahun yang ke 17 kepada Dharmayukti Karini. Kata orang ulang tahun sweet seventeen,” ujarnya.

Pelindung DYK Cabang Pekalongan menyerahkan potongan tumpeng ke Ketua DYK

Sementara itu, Ketua Dharmayukti Karini Cabang Pekalongan Ny. Dwi Ari Ani Sutaji dalam sambutannya menyampaikan dalam rangka ulang tahunnya kali ini, Dharmayukti Karini Cabang Pekalongan menyalurkan Bantuan Dana Beasiswa (BDBS) kepada siswa siswi dari masyarakat kurang mampu. “Kami berharap bantuan BDBS ini dapat digunakan dengan selayaknya,” terang istri Ketua PN Pekalongan tersebut.

Harapan yang sama juga disampaikan Ketua PN Pekalongan Bapak Sutaji, S.H., M.H., yang merupakan Pelindung Dharmayukti Karini Cabang Pekalongan. “Saya berharap penerima BDBS ini dimanfaatkan dengan baik. Ini khusus untuk anak yang bersangkutan. Semoga bermanfaat untuk anak, jangan dipakai untuk yang lain,” tandasnya.

Penyerahan secara simbolis bantuan DYK Cabang Pekalongan ke pengurus panti asuhan

Selain menyalurkan BDBS bagi siswa siswi, jajaran pengurus dan anggota Dharmayukti Karini Cabang Pekalongan melakukan anjangsana ke Panti Asuhan Muhammadiyah Pekajangan. Selain menjalin silaturahmi, dalam anjangsana juga sekaligus untuk menyalurkan bantuan bagi penghuni panti asuhan tersebut. (ton)

BERTEKAD PERTAHANKAN NILAI-NILAI PANCASILA

BERTEKAD PERTAHANKAN NILAI-NILAI PANCASILA

KAJEN – Tepat 54 tahun yang lalu peristiwa pergolakan G30S/PKI dalam upaya menggoyang kekokohan Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia terjadi. Namun rongrongan tersebut tidak mampu menggoyahkan semangat bangsa Indonesia dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar Negara.

Hening Cipta untuk mendoakan arwah para pahlawan yang telah meninggal dunia

Oleh karenanya, dalam rangka memperingatinya setiap tanggal 1 Oktober digelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, seperti yang digelar di halaman Kantor Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B, Selasa (1/10/2019).

Pembacaan ikrar kesetiaan pada Pancasila oleh petugas

Dalam upacara tersebut seluruh jajaran Pimpinan dan Pegawai Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B bertekad untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Sebagaimana ikrar yang dibacakan saat upacara berlangsung.

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B berlangsung dengan khidmat. Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Wakil Ketua Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B Drs. Mahmudin, S.H., M.H. Sementara ikrar kesetiaan dibacakan oleh salah seorang juru sita pengganti. (ton)

Previous Next

BEKERJALAH DENGAN PENUH DEDIKASI

BEKERJALAH DENGAN PENUH DEDIKASI

*) Pelantikan Kasubbag Umum dan Keuangan

KAJEN – Sebagai seorang pegawai, sudah selayaknya menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi. Dengan mengutamakan kepentingan Negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Sesuai dengan sumpah jabatan yang telah diucapkan saat pelantikan. Hal ini ditegaskan Ketua Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B Bapak Drs. H. Suwoto, S.H., M.H., saat melantik Eko Sambudhi, S.T. sebagai Kepala Sub Bagian Umum dan Keuangan Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B.

Sebelum prosesi pelantikan, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya

“Agar hidup kita berkah, sumpah yang sudah diucapkan ini harus dicamkan dan benar-benar dilakukan dengan sesungguh-sungguhnya,” tegas Drs. H. Suwoto, S.H., M.H., pada acara yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B, Kamis (12/9/2019), tersebut.

Menurutnya, keberkahan hidup itu penting. Namun jangan hanya mencari jumlah fisiknya semata, tapi carilah kebaikannya pula. Jika semua itu telah dilakukan, maka hidup akan nikmat. “Agar kerja berasa nikmat, (maka) harus dijalani dengan sungguh-sungguh dan ikhlas,” lanjutnya.

Pengambilan sumpah jabatan Kasubbag Umum dan Keuangan yang baru

Lebih lanjut disampaikan, bahwa kesekretariatan merupakan dapur dari pengadilan. Jika kinerja di kesekretariatan tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka kinerja pengadilan juga akan menurun. Karena bagian kesekretariatan sangat penting kaitannya dengan bagian umum dan keuangan.

“Tugas kasubag umum dan keuangan itu berat karena pada awalnya ini merupakan 2 bagian yang terpisah yaitu kasubag umum dan kasubag keuangan yang berdiri sendiri-sendiri, kemudian selanjutnya digabung menjadi satu menjadi kasubag umum dan keuangan. Kerjanya menjadi luar biasa karena ruang lingkup kantor merupakan bagian umum dan dapurnya kantor ada dikeuangan. Jika 2 hal ini macet akan menjadi permasalahan sendiri,” tandas H Suwoto.

Pembacaan Pakta Integritas oleh Kasubbag Umum dan Keuangan yang baru

Dengan bergabungnya Kasubbag baru yang, diharapkan dapat memberikan support tambahan bagi Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B. “Apalagi Pak Eko ini usianya masih muda. (Sehingga diharapkan) Kajen tidak boleh terlambat (dari pengadilan-pengadilan lain) dan harus maju, karena disupport oleh tenaga-tenaga muda,” terangnya.

Sebelum bertugas di Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B, Eko Sambudhi, S.T., merupakan Kepala Sub Bagian Umum dan Keuangan di Pengadilan Agama Magelang Kelas II. Suami dari Dian Tantianawati, S.T. ini memperoleh gelar Sarjan Tekniknya setelah merampungkan studinya di Fakultas Teknik Sipil Universitas Diponegoro Semarang.

Penandatanganan Berita Acara

Hadir dalam acara tersebut Ketua Pengadilan Agama Magelang Kelas II Akhmad Kholil Irfan, S.Ag., S.H., M.H.. Didampingi oleh salah seorang hakim Imdad, S.H.I., M.H., Sekretaris Parjono, S.H., Panmud Hukum Purwadi, S.H. dan beberapa pejabat dari Pengadilan Agama Magelang Kelas II. (mita/ton)

 

BUPATI AJAK OLAHRAGA BERSIH-BERSIH SUNGAI

BUPATI AJAK OLAHRAGA BERSIH-BERSIH SUNGAI

*) PA Kajen Ikut Upacara HAORNAS

 

KAJEN – Rabu (25/9/2019) menjadi puncak Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) 2019 tingkat Kabupaten Pekalongan, yang ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera di Alun-alun Kota Kajen. Bertindak selaku Inspektur Upacara Bupati Pekalongan Bapak H. Asip Kholbihi, S.H., M.Si.

Ketua PA Kajen mengikuti Upacara HAORNAS 2019 Tingkat Kabupaten Pekalongan

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B Bapak Drs. H. Suwoto, S.H., M.H. beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan. Upacara diikuti oleh seluruh pegawai Pemkab Pekalongan dan jajaran instansi vertical serta para pelajar, termasuk di dalamnya para pegawai di dalamnya pegawai Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B.

Melalui momen HAORNAS 2019, Bupati Pekalongan mengajak masyarakat untuk berolahraga bersih-bersih sungai. “(Mulai) sekarang melalui kegiatan olahraga, dimana saja kapan saja, termasuk olahraga resik-resik kali (bersih-bersih sungai, red). Mulai Jumat pagi kita semua akan olahraga ngresiki kali (membersihkan sungai,red). Yang sregep (giat,red) dapat sampah paling banyak, ngangkutnya kuat, dikasih hadiah umroh,” ajak Bupati.

Bupati Pekalongan serahkan penghargaan kepada atlet berprestasi

Ajakan untuk giat berolahraga juga disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Pekalongan. Semangat mengajak semua lapisan masyarakat untuk melakukan olahraga secara rutin dan secara teratur, baik pelajar, masyarakat, pekerja, karyawan dan semuanya. Bahkan warga binaan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan.

Olahraga harus menjadi kebutuhan hidup dan menjaga gaya hidup. Permasalahan terbesar saat ini yakni derajat kebugaran masyarakat yang rendah. Maka dengan Gerakan Ayo Olahraga diharapkan akan menjawab permasalahan tersebut. Dengan kesegaran jasmani yang bagus, dengan kesehatan yang bagus, dapat melahirkan bibit-bibit berpotensi  menuju pentas nasional dan dunia di masa selanjutnya.

Bupati menyerahkan tali asih kepada keluarga ASN

Pada kesempatan itu, Bupati menyerahkan penghargaan kepada para atlet Kabupaten Pekalongan yang berprestasi baik di tingkat daerah maupun nasional. Juga penyerahan tali asih kepada para ahli waris ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan. (ton)

 

Previous Next

BERPERKARA DI PERADILAN SECARA CEPAT, SEDERHANA DAN BIAYA RINGAN MELALUI E-COURT

BERPERKARA DI PERADILAN SECARA CEPAT, SEDERHANA DAN BIAYA RINGAN MELALUI E-COURT

Mahkamah Agung RI meluncurkan aplikasi e-Litigasi sebagai implementasi dari terbitnya Perma Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan secara Elektronik. Aplikasi e-Litigasi ini diluncurkan bersamaan dengan hari jadi ke-74 Mahkamah Agung yaitu tanggal 19 Agustus 2019. E-Litigasi merupakan kelanjutan dari e-Court yang diberlakukan untuk perkara perdata, perkara agama, tata usaha militer dan tata usaha negara sejak tahun lalu. E-Litigasi untuk pertama akan diberlakukan untuk lingkungan Peradilan Umum, Peradilan Agama, dan Peradilan Tata Usaha Negara.

Perma Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di pengadilan secara Elektronik merupakan revisi dari Perma sebelumnya yaitu Perma Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pedoman Administrasi Perkara di Pengadilan secara Elektronik. Perma Nomor 1 Tahun 2019 ini diresmikan ada tanggal 8 Agustus 2019.

Dalam Perma Nomor 1 Tahun 2019 telah dikembangkan sistem baru terkait dengan persidangan secara elektronik yang meliputi pertukaran dokumen persidangan (jawaban, replik, duplik, dan kesimpulan), pembuktian, pengucapan putusan, pengiriman putusan kepada para pihak. Dengan kehadirian e-Litigasi, migrasi dari sistem manual ke sistem elektronik tidak hanya dilakukan pada tatanan administrasi perkara saja, namun diberlakukan pula dalam proses persidangan.

Menindak lanjuti pengimplementasian e-Litigasi di lingkungan peradilan, Mahkamah Agung mengambil langkah-langkah untuk menyiapkan satker pengadilan sebagai sasaran percontohan (piloting) pelatihan untuk implementasi di tingkat satker pengadilan di daerah, penyiapan helpdesk untuk membantu mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbul selama proses piloting dan sarana prasarana.

Implementasi e-Litigasi ini, untuk sementara akan diberlakukan di 13 pengadilan percontohan (pilot project). Tiga belas Pengadilan tersebut terdiri dari, 6 Pengadilan Negeri (PN), 4 Pengadilan Agama (PA), dan 3 Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Ditargetkan aplikasi e-litigasi ini akan dapat diakses dan diberlakukan di seluruh Pengadilan di Indonesia pada tahun 2020.

Melalui SE Dirjen Badilum Nomor 4 Tahun 2019, Mahkamah Agung telah mewajibkan 56 pengadilan untuk menerapkan e-Court. SEMA ini berlaku bagi seluruh PN Kelas 1A Khusus; Kelas 1A; dan seluruh Pengadilan Negeri (PN) wilayah Pengadilan Tinggi (PT) Banten, PT DKI Jakarta, PT Bandung, PT Semarang, PT Yogyakarta, dan PT Surabaya. 

Diantaranya, di lingkungan peradilan umum menunjuk PN Jakarta Pusat, PN Jakarta Utara, PN Jakarta Selatan, PN Jakarta Timur, PN Jakarta Barat, PN Tangerang, PN Bekasi, PN Bandung, PN Karawang, PN Surabaya, PN Sidoarjo, PN Medan, PN Makassar, PN Semarang, PN Surakarta, PN Palembang, PN Metro.

Di lingkungan peradilan agama meliputi, PA Jakarta Pusat, PA Jakarta Utara, PA Jakarta Selatan, PA Jakarta Timur, PA Jakarta Barat, PA Depok, PA Surabaya, PA Denpasar, PA Medan. Sedangkan lingkungan peradilan TUN meliputi PTUN Jakarta, PTUN Bandung, PTUN Serang, PTUN Denpasar, PTUN Makassar, dan PTUN Tanjung Pinang.

 

Apa itu e-Court dan e-Litigasi?

E-Court

E-Court adalah layanan bagi Pengguna Terdaftar untuk Pendaftaran Perkara Secara , Mendapatkan Taksiran Panjar Biaya Perkara , Pembayaran dan Pemanggilan yang dilakukan dengan saluran elektronik dan secara daring. Adapun layanan-layanan yang pada pada aplikasi e-Court ialah e-Filing (Pendaftaran Perkara Online di Pengadilan), e-Payment (Pembayaran Panjar Biaya Perkara Online) dan e-Summons (Pemanggilan Pihak secara daring).

1. E – Filling ( Pendataran Perkara Online )

Bagi para pengguna e- Court  sebelum menggunakan e-court  harus melakukan register akun dan akun tersebut telah diverifikasi oleh Pengadilan Tinggi tempat advokat disumpah. Pendataran akun dilakukan dengan melampirkan KTP, Kartu Tanda Advokat dan berita acara sumpah advokat. Akun e – Court advokat akan memudahkan dalam pemeriksaan persidangan yang mana hakim tidak perlu lagi untuk memverifikasi advokat yang beracara. Hal ini dikarenakan yang bisa mendaftarkan perkara di e-court   hanyalah advokat yang telah memiliki KTA dan terverifikasi. Selanjutnya advokat yang telah memiliki akun di aplikasi e-court  dapat mendaftarkan perkara melalui aplikasi e-court  tanpa harus datang ke Pengadilan Negeri.

Secara singkat, tata cara pendaftaran gugatan online melalui e - filling ialah sebagai berikut :

  • Pilih pengadilan tujuan pendaftaran perkara ;
  • Pengguna terdaftar akan mendapatkan nomor registrasi pendaftaran perkara ;
  • Unggah dokumen surat kuasa yang telah bermaterai ;
  • Mengisi identitas para pihak ;
  • Unggah berkas perkara dengan format dokumen pdf dan jpg dan maksimal ukuran 2 Mb ;
  • Data para pihak sudah terekam dan lanjut ke pembayaran.

2. E – Payment ( Pembayaran Panjar Biaya Perkara Online )

Aplikasi e-court  memiliki kemudahan dengan e-skum yaitu taksiran panjar biaya perkara dan nomor pembayaran ( virtual account ) yang pembayarannya dapat dilakukan melalui saluran elektronik yang tersedia seperti e-banking, m-banking atau transfer bank yang ditetapkan oleh Pengadilan bersangkutan dengan batas waktu pembayaran 1 x 24 jam. Panjar biaya perkara dihitung berdasarkan Komponen Biaya apa saja yang telah ditetapkan dan dikonfigurasi oleh pengadilan, dan besaran biaya radius yang dijuga ditetapkan oleh Ketua Pengadilan sehingga perhitungan taksiran biaya panjar sudah diperhitungkan sedemikian rupa dan menghasilkan elektronik SKUM atau e-SKUM.

 

3. E – Summons ( Pemanggilan Secara Elektronik )

Advokat dapat melihat perkembangan perkara melalui e-court dan SIPP apakah berkas sudah lengkap dan teregistrasi atau masih dilakukan perbaikan berkas. Pemberitahuan ini dilakukan secara elektronik melalui e-mail. Pemanggilan kepada Pengguna Terdaftar dilakukan secara elektronik yang dikirimkan ke alamat domisili elektronik pengguna terdaftar. Akan tetapi untuk pihak tergugat untuk pemanggilan pertama dilakukan dengan manual dan pada saat tergugat hadir pada persidangan yang pertama akan diminta persetujuan apakah setuju dipanggilan secara elektronik atau tidak, jika setuju maka akan pihak tergugat akan dipanggil secara elektronik sesuai dengan domisili elektronik yang diberikan dan apabila tidak setuju pemanggilan dilakukan secara manual seperti biasa. Domisili elektronik yang dimaksud ialah penggunaan alamat berdasarkan alamat e-mail bukan lagi alamat rumah. Dalam pengembangannya e-court  dapat digunakan juga untuk panggilan eletronik, pemberitahuan elektronik, pengiriman replik, duplik dan kesimpulan melalui email para pihak dan advokat yang langsung dapat diakses oleh para pihak. Hal ini tentunya akan mempermudah dalam proses beracara permohonan ataupun gugatan yang tidak lagi memakan waktu untuk datang ke Pengadilan mengurus pendaftaran perkara dan lainnya.

E-court menawarkan berbagai macam kemudahan sesuai dengan asas peradilan yang cepat, sederhana dan biaya ringan. Cepatnya ketika penyelesaian perkara mulai dari awal hingga putusan dapat dilakukan secara elektronik, sederhana ketika banyak hal dapat dilakukan melalui e-mail/paperless dan biaya ringan akan menekan biaya untuk akomodasi ke Pengadilan. 

Beberapa keuntungan pendaftaran perkara secara online melalui Aplikasi e-Court yang bisa diperoleh diantaranya :

  1. Menghemat Waktu dan Biaya dalam proses pendaftaran perkara.
  2. Pembayaran Biaya Panjar yang dapat dilakukan dalam saluran multi channel atau dari berbagai metode pembayaran dan bank.
  3. Dokumen terarsip secara baik dan dapat diakses dari berbagai lokasi dan media.
  4. Proses Temu Kembali Data yang lebih cepat

 

E-Litigasi

E-Litigasi merupakan sebuah sistem dimana proses administrasi persidangan dapat dilakukan secara elektronik. Meliputi pertukaran dokumen persidangan yakni jawaban, replik, duplik, dan kesimpulan dapat dilakukan secara elektronik. Persidangan secara elektronik ini mengacu pada Perma Nomor 1 Tahun 2019. E-Litigasi merupakan bagian dari e-Court.

Beberapa manfaat dari e-Litigasi, diantaranya yaitu:

  1. Jadwal dan agenda persidangan menjadi lebih pasti.
  2. Dokumen jawaban, replik, duplik dan kesimpulan dikirim secara elektronik sehingga para pihak tidak perlu ke pengadilan.
  3. Bukti-bukti tertulis dikirim secara eletronik dan diperbolehkan penggunaan tanda tangan digital.
  4. Pemeriksaan saksi dan ahli dapat dilakukan dengan teleconference.
  5. Pembacaan putusan secara elektronik tanpa harus dihadiri para pihak.
  6. Salinan putusan dikirim secara elektronik dan memiliki kekuatan hukum yang sama dengan salinan fisik.

 

E-Litigasi memperluas cakupan subjek hukum yang dapat memanfaatkan sistem peradilan elektronik. Jika sebelumnya hanya advokat yang dapat menjadi Pengguna Terdaftar pada e-Court, maka melalui pembaharuan ini Pengguna Lain juga dapat menggunakan layanan tersebut. Pengguna Lain adalah subjek hukum selain advokat yang memenuhi syarat untuk menggunakan sistem informasi pengadilan dengan hak dan kewajiban yang diatur oleh Mahkamah Agung, diantaranya yaitu:

  1. Jaksa Pengacara Negara
  2. Biro Hukum Pemerintah/TNI/POLRI
  3. Kejaksaan RI
  4. Direksi/ Pengurus atau karyawan yang ditunjuk badan hukum (in-house lawyer)
  5. Kuasa insidentil yang ditunjuk Undang-undang

 

Tata cara persidangan secara elektronik:

  1. Pada sidang pertama, Penggugat menyerahkan asli surat kuasa, surat gugatan, dan persetujuan prinsipal.
  2. Hakim menawarkan Tergugat untuk beracara secara elektronik setelah mediasi tidak berhasil.
  3. Hakim menetapkan jadwal persidangan (Court Calendar).
  4. Para pihak melakukan jawab menjawab secara elektronik (Jawaban, Replik, Duplik).
  5. Para pihak mengirim bukti tertulis secara elektronik sebelum diperiksa di persidangan.
  6. Hakim memeriksa saksi dan ahli secara elektronik.
  7. Para pihak menyampaikan Kesimpulan secara elektronik.
  8. Hakim membaca putusan secara elektronik.