PA KAJEN GELAR UPACARA HARI PAHLAWAN

PA KAJEN GELAR UPACARA HARI PAHLAWAN

KAJEN – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan tahun 2018, Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B menggelar upacara bendera di halaman kantor setempat, Senin tanggal 12 Nopember 2018. Hal ini sesuai intruksi Surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor. 1374/SEK/HM.01.2/11/2018 tanggal 08 November 2018.

Upacara diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan, hakim, pejabat setruktural dan fungsional, serta pegawai di jajaran Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B. Bertindak selaku Pembina upacara adalah Ketua Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B Bapak Drs. H. Suwoto, S.H., M.H.

Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya yang dibacakan Ketua Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B Bapak Drs. H. Suwoto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta tanah air dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara.

Peringatan Hari Pahlawan bukan semata sebuah acara, namun harus sarat makna. Bukan hanya sebagai prosesi, namun substansi setiap peringatan hari pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini penting karena nilai kepahlawanan bukan bersifat statis namun dinamis, bisa menguat bahkan dapat melemah. Untuk itu, kiranya seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan harus menjadi energi dan semangat baru mewarisi nilai kejuangan dan pratiotisme dalam membangun bangsa Indonesia.

Tema Hari Pahlawan tahun 2018 “Semangat Pahlawan di Dadaku” mengandung makna sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan. Oleh karenanya, siapapun dapat menjadi pahlawan, setiap warga negara Indonesia tanpa terkecuali dapat berinisiatif mengabdikan hal yang bermanfaat untuk kemaslahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan negara.

Peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk melakukan introspeksi diri. Sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur.

Pada hakekatnya setiap perjuangan pasti ada hasilnya, namun tidak ada kata akhir/berhenti untuk berjuang. Setiap etape perjuangan berlanjut pada etape perjuangan berikutnya sesuai dengan tuntutan lingkungan strategis. Oleh karenanya, peringatan hari pahlawan harus melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan semangat pahlawan menjadi keuletan dalam melaksanakan pembangunan.

Mentransformasikan keberanian melawan penjajag menjadi inspirasi mengusir musuh bersama bangsa saat ini, antara lain kemiskinan. Selanjutnya transformasi kecerdikan para pahlawan dalam mengatur strategi, menjadikan insiprasi rakyat Indonesia untuk melakukan inovasi cerdas memperkuat daya saing bangsa dalam pergaulan dunia.

Setiap zaman pasti ada pahlawannya dan setiap pahlawan pasti berkiprah di eranya. Terkait hal tersebut, bangsa Indonesia memerlukan pahlawan baru. Indonesia saat ini membutuhkan sosok yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri ini.

Terlebih lagi dibutuhkan sosok pemuda Indonesai sebagai generasi penerus yang mempunya jiwa patriotisme, pantang menyerah, berdisiplin, berkarakter menguasai ilmu pengetahuan dan ketrampilan di bidangnya. Sadar bahwa negerinya memiliki beragam agama, suku, adat istiadat, namun mampu memanfaatkan keberagaman sebagai modal social dipergunakan untuk keunggulan Indonesia dalam pergaulan dunia. Bukan justru untuk memanfaatkan perbedaan demi kepentingan pribadi maupun golongan yang menjadi penghambat bagi kemajuan bangsa.

Negeri ini membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati dirinya, mempunyai karakter lokal yang luhur, percaya diri dan peka terhadap permasalahan social. Sehingga mampu terlibat dalam usaha-usaha kesejahteraan sosial dan memberikan pelayanan sosial bagi mereka yang membutuhkan pertolongan sosial.

Negeri ini juga membutuhkan pemuda yang mempunyai pandangan global, mampu berkolaborasi untuk kemajuan bangsa, mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjadiakn Indonesia diperhitungkan dalam bersaing dan mampu bersanding dengan negara lain, khususnya ketika negeri ini memasuki era revolusi industry 4.0.

Melalui momentum peringatan hari pahlawan, Mensos mengajak untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa ini dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Mulai dari lingkungan terdekat, yang pada akhirnya memberikan kekuatan dan ketahanan bagi bangsa dan negara. (ton)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *